
Nama Mahator identik dengan sepeda motor. PT Maha Era Motor yang didirikan mantan pembalap motor 1950-an, Bambang Sungkono ini termasuk salah satu perusahaan yang menggandeng manufaktur Taiwan dan Cina untuk memasarkan sepeda motor pada pertengahan dekade 1990-an.
Kini, sekitar 16 tahun kemudian, di tangan salah satu putra Bambang, Mahator kembali melakukan terobosan. Bekerjasama dengan tuner spesialis Nissan dari Jepang MiNe’s, Mahator membangun Nissan GT-R R35 untuk dijual di Indonesia.
“Kita tidak mengikuti konsep Nissan Motorsport (Nismo) saat membangun Nissan GT-R R34 Z-Tune. Kita bangun GT-R sendiri, bukan beli dari showroom. Jadi konsumen bisa memiliki GT-R yang sesuai dengan seleranya,” jelas Setiady Sungkono dalam wawancara di kantor pusat Mahator di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.
![]() |
||
![]() |
![]() |
|
GT-R berkelir putih yang sudah menjadi milik seorang warga Jakarta ini merupakan contohnya. Mobil ini tiba di workshop Mahator hanya berupa sasis saja. Lalu bersama Chief Technical MiNe’s, Toshikazu Nakayama, para teknisi Mahator mulai merakit mobil tersebut.
Mesin, transmisi, suspensi, rem, dan komponen-komponen lain satu persatu dipasang. Begitu juga dengan seluruh panel bodi dan atap berbahan serat karbon, serta komponen interior seperti dasbor, dan jok. Semua proses pemasangan komponen ini didokumentasikan dengan video dan foto oleh pihak Mahator.
“Mahator sudah sejak lama mempunyai manufacturing facility untuk motor dan mobil, tapi saya ingin punya direction baru. Saya ingin ada teroboson yang butuh technical capability tinggi sambil bisa mendapat transfer teknologi dari luar negeri,” lanjut pria yang akrab dipanggil dengan nama Hans ini.
Setiady menambahkan, “Jadi kita bukan pedagang, tapi manufaktur. Basisnya memang GT-R, tapi spesifikasi baru dan tujuannya sudah jauh lebih tinggi dari aslinya. Mobil ini dibangun dari nol, semua komponen dipasang sendiri oleh kami.”
![]() |
||
![]() |
![]() |
![]() |
GT-R R35 hasil kolaborasi MiNe’s dan Mahator ini bisa menghasilkan tenaga maksimum 750 dk. Mobil ini street legal alias sah dibawa di jalan raya. Bahkan Nakayama sudah melakukan tes untuk break-in seluruh komponen mekanikalnya di jalanan Jakarta semalam sebelum kami melakukan wawancara.
![]() |
GT-R dalam darahnya Setiady Sungkono yang biasa disapa Hans ini mengaku terlambat belajar mengemudikan mobil dibanding rekan-rekannya. Ia baru bisa menyetir mobil bertransmisi otomatis pada usia 18 tahun, dan mengemudikan mobil dengan kopling pada usia 21 tahun, kala kuliah di Boston, Amerika Serikat. “Tapi gara-gara terlambat itu saya punya keinginan kuat untuk belajar. Saya sampai ikut sekolah balap dan mengikuti beberapa kompetisi balap. Tidak untuk menuju karier balap profesional, tapi lebih pada cara memahami karakter mobil,” kata Hans lagi. Setelah mencoba berbagai macam sports car Jepang, Amerika, dan Eropa, Hans merasa Nissan GT-R merupakan yang terbaik. Kecintaan pada GT-R R34 membuatnya sampai berburu Nissan GT-R R34 Z-Tune keluaran Nismo pada 2005 yang hanya ada 19 unit di seluruh dunia. “Semuanya ada di Jepang dan selama 2 tahun saya melobi beberapa pemilik untuk mendapatkan mobil itu,” lanjut pria berkacamata ini. |
| Kegigihannya tidak hanya berbuah pada 1 unit GT-R R34 Z-tune, tapi juga persahabatan dengan beberapa tuner
spesialis GT-R, hingga Presiden GT-R Owner’s Club Japan, Shin Inoue.
“Perbincangan dan diskusi dengan merekalah yang memunculkan ide ini,”
tutup pria yang memiliki mobil pertama Lotus Esprit ini. |
|
![]() |
![]() |
![]() |
| Spesialis GT-R MiNe’s adalah tuner spesialis Nissan khususnya GT-R yang berbasis di kota Yokosuka, prefektur Kanagawa, Jepang. Perusahaan ini dirintis oleh Michizo Niikura pada 1983 dan memiliki hubungan baik dengan Nissan Motor Co. “Pada hari pertama Nissan memperkenalkan GT-R R35, kami sudah memiliki 2 unit yang kami gunakan berkeliling kota,” kata Toshikazu Nakayama, Chief Technical MiNe’s. Di kalangan tuner Jepang dan penggila GT-R, Mine’s dianggap memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih tentang R35. MiNe’s meraih reputasi pertama kali ketika menjual ECU standar GT-R R31 yang diprogram ulang (VX-ROM) pada 1988. Mobil demo tersebut bisa tembus 244,9 km/jam di Yatabe High Speed Circuit. “Semua komponen untuk GT-R R35 ini dibuat khusus oleh MiNe’s. Mulai dari sasis, mesin, transmisi hingga suspensi kami buat dari bahan berkualitas tinggi,” lanjut Nakayama yang sudah 2 bulan lebih tinggal di Jakarta. |

Setiady Sungkono Dan Toshikazu Nakayama
E216/H62-63(3-16Agt2012)
Penulis : Dwi Wahyu R.











Komentar.