
Menurunnya performa ac dapat dialami oleh setiap pemilik mobil.Apalagi bila.kendaraan belum dilengkapi oleh fillter AC di kabin. Debu di karpet dapat terhisap oleh blower AC sehingga mengotori evaporator.
Bila didiamkan, maka evaporator akan menurun performanya untuk melepaskan udara dingin ke kabin. Interior pun akan terasa hangat, terutama saat siang hari. Selain itu, salah satu cirinya adalah mulai melemahnya hembusan di blower AC.
Tumpukan debu di evaporator inilah yang rentan terjadinya korosi. Tanpa disadari, Freon dan pelumas dalam sistem pun akan berkurang. Inilah awal dimulainya malapetaka.
Minimnya pelumas akan membuat kompresor bekerja kian berat. Kemudian, gesekan antar komponen
yang kian meningkat akan membuat sistem dikotori oleh geram dan tersaring di tabung dryer. Tekanan akan meningkat dan membuat kebocoran kian membesar. Dampaknya, kerusakan komponen di sistem pun rentan terjadi.
“Sebaiknya AC perlu diservis secara berkala dengan jarak tempuh sekitar 30 ribu km. Dryer dan katup ekspansi sebaiknya diganti. Begitu pula dengan Freon,” saran A. Rohim dari bengkel Sejuk AC di bilangan kelapa dua, Jakarta.
Untuk mendeteksi kerusakan komponen di sistem AC, Anda dapat mengetahuinya melalui ciri yang ditimbulkan. Apa saja ciri tersebut?
![]() |
| Katup ekspansi Komponen ini dapat rusak bila dryer juga rusak. Kotoran yang lolos dari dryer akan menyumbat freon sehingga tidak dapat bersikulasi. Efek lanjutannya adalah kerusakan evaporator dan pressure switch akibat kotoran yang turut bersirkulasi dan meningkatnya tekanan pada sistem. Pada mobil modern, kompresor kini telah dilengkapi katup pengaman untuk membuang freon ketika terjadi tekanan yang cukup tinggi. Bila hal ini sampai terjadi, maka biaya perbaikan akan cukup mahal. |
| Evaporator Indikasi kerusakan komponen ini akan langsung terciri dari melemahnya hembusan di lubang AC. Bila hal ini yang terjadi, menandakan evaporator telah dihinggapi kotoran sehingga angin dari blower akan terhalang. Agar hal ini tidak merembet pada keru-sakan komponen yang lainnya, segera lakukan servis untuk membersihkan evaporator. Ganti? lter AC bila perlu dan selalu jaga kebersihan karpet agar debu tidak mudah terhisap oleh blower AC. |
![]() |
![]() |
| Kondensor Posisinya yang berada di bagian depan, membuat kondisinya rentan terhadap kerusakan akibat terkena kerikil jalan atau lumpur ketika menerjang banjir. Tidak ada salahnya untuk membiasakan member-sihkannya saat mencuci kendaraan. Bila kisi-kisi konden-sor rusak, maka proses pelepasan panasnya daris sistem AC menjadi kurang optimal. Efeknya, kinerja AC terutama saat terik matahari dan di kepa-datan lalu lintas menjadi kurang maksimal. |
![]() |
| Thermistor Pada kendaraan lawas, komponen ini sering disebut dengan thermostat. Beda-nya, thermistor kini menggunakan sensor untuk membaca suhu di evaporator. Bila komponen ini bermasalah, maka umumnya ditandai oleh keluarnya hembusan asap dari kisi AC. Hal ini disebabkan oleh sensor yang tidak dapat lagi membaca suhu evaporator dengan akurat. Alhasil, sistemakan terus bekerja hingga terbentuknya es di evaporator. Diamkan be-berapa saat untuk mencairkan es tersebut, maka AC akan kembali normal. |
| Dryer Ini merupakan komponen yang berperan untuk menyaring kotoran yang hadir di sistem tertutup AC. Makanya ia perlu diganti secara berkala agar kotoran tidak menumpuk dan menyumbat sistem. Bila komponen ini rusak, maka suhu AC akan terasa tidak stabil. Kadang terasa dingin atau tidak sama sekali, tergantung dari sistem bekerja atau tersumbat. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mengganti komponen yang memiliki harga sekitar Rp 250 ribuan ini secara berkala. |
![]() |
| Kompressor Tugas utamanya adalah memompa freon agar dapat bersirkulasi.untuk itu, ia menjadi penghasil tekanan pada sistem. kelebihan tekanan atau kekurangan tekanan dapat menyebabkan sirkulasi freon terganggu. Ciri yang sering terjadi adalah suara yeng terdengar agak kasar. Meski kondisi ini juga dapat disebabkan oleh bearing yang sudah kehilangan pelumasnya. Suhu AC yang tidak sedingin saat sistem bekerja normal pun menjadi ciri selanjutnya. |
![]() |
E225/HVIII-IX(7-20Des2011)
Penulis : Dhany Ekasaputra






Komentar.